CoX
20/12/2021 | 12:39:00 AM WIB
Dilihat: 0 kali
Last Updated 2022-01-01T19:31:04Z

Suarakan Revolusi Sepak Bola, Suporter Bonek Geruduk Grahadi

Advertisement

Bonek Wani Surabaya - Ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek menyuarakan revolusi sepak bola. Aksi itu dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Menggunakan pakaian serba hitam dan hijau bertuliskan Persebaya, bonek mulai meneriakkan chants yang biasa dinyanyikan. Khususnya saat Persebaya melakukan pertandingan.

Dari pantauan detikcom, massa berdatangan mulai pukul 13.00 WIB. Mereka datang membawa atribut bendera dan flare warna merah serta biru, serta baju bertuliskan Persebaya.


"Kita di sini berkumpul untuk membuat sepakbola di Indonesia Lebih baik. Salam satu nyali wani," kata seorang orator di atas mobil komando, Kamis (25/11/2021).

Penanggung jawab aksi, Andy Kristianto mengatakan, aksi tersebut bertujuan agar Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), membuat pertandingan yang jujur dan suportif.

"Suporter sepak bola Indonesia memang tidak diakui dalam statuta PSSI. Tetapi, harapan dan keinginan sangatlah besar merasakan dan melihat sepak bola Indonesia yang jujur, sportif dan berkemajuan," tambahnya.

"Faktanya, sampai sekarang PSSI belum menunjukkan sistem yang baik untuk sepak bola nasional. Contohnya buruknya kinerja wasit, suap dan pengaturan skor, kompetisi yang amburadul dan lain-lain," lanjutnya.

Petugas gabungan terdiri dari polisi, Satpol PP dan Linmas bersiaga di lokasi. Kawat berduri dipasang mengelilingi bagian depan Gedung Grahadi dan di halaman depan Taman Apsari dipasang pagar dengan kawat berduri.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan mengucapkan terima kasih kepada Bonek Mania. Karena telah menyampaikan aspirasi dengan baik dan damai.

"Saya apresiasi sudah tertib dan sportif kepada rekan-rekan Bonek Mania. Alhamdulillah berjalan lancar," kata Yusep kepada wartawan usai aksi.

Selain mengamankan jalannya aksi, polisi juga menyediakan mobil masker dan vaksin untuk Bonek Mania yang mengikuti aksi. Pihaknya mengingatkan agar tetap menjalankan prokes.

"Kami bersama beberapa komunitas dan elemen masyarakat bahu membahu mengamankan aksi ini. Selain itu kami juga bagi masker dan sediakan mobil vaksin untuk Bonek yang belum vaksin," jelasnya.

Aksi yang dilakukan sekitar 1,5 jam itu akhirnya membubarkan diri. Sementara petugas DKRTH Surabaya langsung membersihkan sampah-sampah yang ditinggal. Jalan Gubernur Suryo pun kembali dibuka dan lalu lintas normal.



Sumber: detiknews